10 Tipe atau jenis pengambilan shot dalam videografi

8:55:00 AM 8 Comments
Mas Dennes - Dalam Fotografi atau Videografi, sangatlah dibutuhkan pengambilan angle yang tepat, angle yang tepat dapat berfungsi menyampaikan pesan atau keadaan suatu keadaan atau scene (sin).

jika tidak mengunakan angle atau tipe shot yang tidak sesuai, maka hasilnya hanya seperti dokumentasi saja alias biasa-biasa saja.

Dalam videografi, ada beberapa tehnik pengambilan shot dalam videografi, antara lain ;

1. Extreme Long Shot.

Merupakan shot yang digunakan untuk menunjukan lokasi kejadian namun tanpa memperlihatkan subjek dengan jelas. biasanya dalam pengambilan ini mengutamakan keadaan alam sekitar.

Baca Juga
Kebijakan youtube 2018 membuat putus asa youtuber kecil

2. Long Shot.

Hampir sama dengan extram long shoot, tapi objek yang diperlihatkan agak jelas dan juga menunjukkan hubungan atara subject dengan lingkungan sekitarnya.

3. Full Shot.

Tipe shot yang bertujuan untuk memperkenalkan subjek dan apa yang sedang dilakukannya dan lingkungannya.

4. Knee Shot.

Tipe shot pengambilan gambar yang agak nanggung ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan subjek dari bagian lutut ke-atas.

5. Medium atau Waist shot.

Untuk menunjukan apa yang sedang dilakukan subjek dri pinggang keatas, namun dengan lebih menunjukan expresi subjek, biasanya digunakan untuk interview.

6. Medium Close up (MCU).

pada shoot ini, subjek lebih ditunjukkan emosinya, namun dengan tetap menunjukan gerak geriknya.


7. Close Up.

Pengambilan gambar ini diambil dari bagian bawah dagu, ke-atas, ini digunakan untuk menekankan ekspresi subjek namun tetap memberikan ruang diatas ruang kepala (Head room).

8. Big close up (BCU).

Pada pengambilan ini, expresi subjek lebih benar benar di ekspos dalam hal ini, headroom bisa diabaikan, asalkan bagian dagunya tidak terpotong.

9. Extreme close up.

Pada pengambilan ini digunakan untuk mendramatisir ekspresi subjek hanya pada bagian  yang sangat spesifik seperti pada mulut saja atau pada bagian mata saja.

Baca Juga
Memilih lensa yang tepat untuk fotografi dan videografi

10. Over the shoulder

Biasanya digunakan pada saat kedua subjek berdialog dengan catatan point view diambil dibelakang  bahu lawan bicara, dan juga menampilkan pembicara dalam bentuk seolah-olah blur (bokeh).

Nahh, sekarang sudah tahu kan jenis pengambilan shot dalam videografi, kalian juga dapat mengkombinasikannya dengan foto, dengan mengikuti pengambilan shot ini kalian dapat lebih mudah mencari angle yang tepat untuk membuat video.

Baca Juga

Memahami Shutter Speed, ISO, dan Diafragma dalam fotografi

6:34:00 AM 6 Comments
Mas Dennes - Seiring perkembangan teknologi digital, kamera digital sangatlah dibutuhkan untuk mengabadikan sebuah moment dengan resolusi yang tinggi, namun untuk dasarnya kalian harus memahami terlebih apa itu Shutter Speed, ISO, dan Diafragma dalam fotografi.

Kebanyakan kamera DSLR sekarang semakin mahal dikarenakan fitur "Auto" yang otomatis mengatur shutter speed, ISO, dan Diafragma seakurat mungkin.

Namun sangat disarankan untuk menggunakan Mode Manual karena anda dapat mengatur sendiri komposisi cahaya yang anda inginkan.

Shutter Speed

Shutter Speed (Kecepatan Rana) yang berfungsi mempengaruhi pencahayaan dalam fotografi, untuk mempelajarinya anda dapat menggunakan logika.

Logikanya, Semakin Tinggi Shutter speed diatur, kamera akan lebih sedikit merekam cahaya (foto) maka foto yang dihasilkan akan terlihat gelap namun kamu tidak perlu takut akan objek yang rusak akibat gerakan kamera.

Contoh kecilnya jika anda menggatur shutter speed menjadi tinggi, anda dapat mengambil objek awan dengan jelas karena kamera lebih sedikit merekam cahaya dari sensor.

namun sebaliknya, Jika Semakin Rendah Shutter Speed diatur, gambar yang dihasilkan akan semakin terang, namun suatu gerakan akan mempengaruhi sebuah foto, sangat disarankan menggunakan tripod untuk mengurangi getaran pada kamera.

ISO


ISO dalam fotografi merupakan tingkat sensitifitas sensor sebuah kamera terhadap cahaya, semakin besar ISO yang diatur dalam kamera, akan semakin sensitif cahaya terhadap kamera.

Namun jika kondisi cahaya sedang kurang, menggunakan ISO yang tinggi dapat membuat Noise Pada foto seperti bintik bintik yang tidak diinginkan.

Diafragma

Diafragma merupakan tingkat bukaan lensa  yang mempengaruhi ketajaman sebuah foto, semakin kecil Diafragma yang diatur, maka hasil yang dihasilkan akan tajam namun cahaya yang masuk akan lebih sedikit.

Sebaliknya, jika Diafragma yang diatur semakin besar, maka objek yang tidak difokuskan akan otomatis membuat efek blur yang membuat foto lebih dramatis.

Penutup

Foto diatas menggunakan mode manual, karena setiap setting dan selera setiap orang berbeda-beda, maka sesuaikan ketiga komposisi tersebut menjadi 1 agar mendapatkan foto yang maksimal.